Hola hola hola...
Akhirnya mom bisa update blog lagi, pas juga sih sama moment ketika mom diundang ke acara Press Conference Kalbe & Blackmores tanggal 10 Agustus 2017 di Hotel Pullman Thamrin Jakarta kemarin. Acaranya sendiri bertajuk "Pentingnya Asupan Mikro Nutrisi Untuk Ibu Hamil dan Menyusui".
Sebagai Busui, mom super excited bisa hadir dan dapat informasi serta banyak pembelajaran disana. Salah duanya adalah kenyataan bahwa ibu hamil dan menyusui pastinya harus berjuang menjaga asupan nutrisinya agar pembentukan, pertumbuhan dan perkembangan janin atau bayinya optimal dan mendapatkan berat badan bayi yang normal pada saat dilahirkan (yaitu tidak kurang dari 2.5kg). Tapi sayangnya nih, di Indonesia sendiri 10,2% bayi yang lahir masih kurang dari berat badan yang normal. Oleh karena itu sangat penting para ibu hamil dan menyusui di Indonesia untuk benar-benar memperhatikan kebutuhan dan asupan nutrisinya.
Bicara mengenai Nutrisi, berarti ada dua komponen yg terkandung didalamnya, pertama makro nutrient dan kedua mikro nutrient. Yang termasuk dalam makro nutrient adalah karbohidrat, protein dan lemak, sedangkan yang termasuk dalam mikro nutrient adalah vitamin dan mineral. Biasanya sih, para Ibu tidak terlalu ngeh atau memperhatikan benar-benar asupan nutrisi yang kita konsumsi (ngaca ke diri sendiri 😅) apakah sudah cukup atau belum untuk diri kita ataupun ke bayi nya apabila sedang hamil ataupun menyusui.
Untungnya di acara ini ada Narsum yang super kompeten yang akan menjelaskan dan memberikan pemaparan akan pentingnya asupan Mikronutrient untuk Ibu hamil dan menyusui. Mereka adalah, Dr. med. dr. Damar Prasmusinto, SpOG(K)., Konsultan Fetomaternal, Departemen Obsteri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia dan Prof. Lesley Braun, Direktur Blackmores Institute.
Mereka menjelaskan bahwa pada umumnya Mikronutrient yang dianjurkan oleh dokter dan ahli adalah:
• Asam Folat: untuk perkembangan otak dan mencegah _neural tube defec (NTD), prematur, dan berat bayi lahir rendah (BBLR).,
• Zat Besi: untuk kebutuhan memproduksi darah dan sirkulasi oksigen di berbagai organ dan jaringan, serta percepatan pertumbuhan bayi. Di Indonesia sendiri, 37,1% ibu hamil mengalami anemia dan 21,7% bayi berumur > 1 tahun mengalami anemia.
• Yodium: untuk fungsi kelenjar tiroid, perkembangan visual, motor skills, mendengarkan dan perkembangan kognitif anak. Di Indonesia sendiri, meskipun 77,1% rumah tangga memiliki garam beryodium, hanya 36,9% saja Ibu hamil uanh memiliki asupan yodium yang cukup.
• Kalsium: untuk pertumbuhan tulang dan gigi bagi janin; mengurangi resiko pre-eclampsia selama kehamilan.
• Omega-3, terutama DHA: untuk perkembangan neurodevelopment, khususnya mata dan otak.
Kalbe Blackmores Nutrition (KBN) mengetahui bahwa pemberian multi-nutrient akan memberikan pengaruh yang sangat besar kepada ibu hamil dan menyusui. Maka Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold yang merupakan rangkaian nutrisi lengkap untuk kesehatan Ibu dan perkembangan buah hati, mengandung tinggi DHA, Kalsium, Zat Besi, Asam Folat, vitamin dan mineral diharapkan dapat memenuhi kebutuhan micro nutrient yang diperlukan selama masa kehamilan dan menyusui.
Pengalaman mom sendiri yg telah mengkonsumsi produk ini sih bener2 terasa banget...yang paling jelas itu adalah timing LDR (hanya para busui yg mengerti-dan yang pasti bukan Long Distance Relationship yaaa 😅) jadi lebih cepat dan tetikadi jadi lebih kenceng. Kualitas asi berasa lebih pekat dan anak pun jadi lebih kenyang. Mungkin sebagian orang akan bilang ini suggesti, tetapi kalo dilihat dari kandungan di dalam Blackmores Pregnancy & Breast-feeding Gold yang tinggi DHA, Tinggi Kalsium, Zat Besi, Asam Folat, vitamin dan mineral semuanya possible dan memang berfungsi untuk meningkatkan nutrisi para bumil dan asi para busui.
Dalam acara Press Conference tersebut, sekaligus juga dilaksanakan peresmian CSR untuk mendukung pemenuhan asupan multi-mikronutrient untuk ibu hamil dan menyusui yang kurang mampu, maka Kalbe Blackmores Nutrition lewat gerakan program "12.000 Pelukan Untuk Ibu dan Bayi" mengajak para Ibu-ibu, perempuan di seluruh Indonesia untuk ikut berkontribusi dengan enyumbangkan foto pelukan untuk para ibu dan bayi di Yayasan Bumi Sehat melalui website www.blackmores.co.id/12000pelukan. Nantinya setiap foto yang berhasil masuk akan dikonversikan menjadi 1 (satu) buah botol Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold yang akan disumbangkan kepada Yayasan Bumi Sehat untuk para ibu hamil dan menyusui yang kurang mampu.
Untuk lebih jelasnya bisa dilihat di brosur dibawah ini yaa Bu Ibu;
Yuk ikutan beramal sekaligus menyebarkan awareness akan pentingnya asupan mikro nutrien kepara sesama perempuan!
Xoxo
Gie
Wednesday, August 23, 2017
Tuesday, May 9, 2017
Sleek Diaper Cream - Perlindungan Alami pada Bayi
Sebagai seorang Ibu, rasa-rasanya hidup kita tidak akan pernah jauh dari kalimat kuatir dan takut. Entah itu Ibu beranak 1, 2, 3 ataupun lebih, mau pengalaman atau tidak, pasti dipikiran para Ibu tersimpan banyaak banget kekuatiran dari yang kecil sampai hal-hal yang besar.
Kekuatiran terutama sih sudah pasti tentang anak. Apakah yang Ibu lakukan sudah cukup, apakah sudah baik, apakah sudah pantas, apakah sudah sesuai dengan aturan (yang mana aturan itu sendiri masih blur apalagi untuk Ibu-ibu yang suka baperan).
Dan ketakutan? Yah, pasti adalah ketakutan besar macam, apakah anak sudah dapat pendidikan yang mumpuni, anak sudah menerima gizi yang berimbang, anak sudah terstimulasi dengan baik...deelel deelel.
Mungkin semua keterangan yang dijabarkan diatas adalah kekuatiran dan ketakutan yang skalanya cukup besar yaa. Dan gimana dengan kekuatiran sepele, macam; apakah tempat makannya bersih, apakah alat-alat yang dipakai hygienis dan untuk Ibu-ibu yang punya bayi adalah; apakah produk-produk yang ada dipasaran itu cocok dikulit anak bayi saya yang notabene sensitif?
Yups, mau anak sudah besar ataupun baru lahir, kadang Ibu harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa suka ndak suka, pilihan itu ada ditangannya. Dari pakaian, popok, mainan serta toiletries nya.
Berhubung saya punya toddler berumur 2.5 tahun ples new born baby yang berumur 3bulan. Mau ga mau akan sering tuh dealing dengan pilihan trial and error. Iyaa, macam milih popok deh, yang cocok di kakaknya belum tentu cocok di adiknya. Sabun mandi, di kakaknya bikin halus, taunya di adiknya malah beruntusan. Alhasil salah satu pasti akan ada yang dikorbankan, dan itu udah pasti kulit si anak/bayi.
Dari dulu kita semua udah tau lah yaa, yang namanya popok sekali pakai itu super duper praktis dan life-safer banget buat Ibu-Ibu yang ngurus semua-muanya sendiri. Tapiii, ada tapinya nih, namanya juga popok instant, mau dibilang bahannya aman dan nyaman juga, tetep aja ada lapisan sintetisnya. Dan itu yang seriiing banget beresiko terhadap kulit bayi/anak kita.
Bayangkan aja dalam sehari kita bisa ganti popok 6-7 kali dan dikali seminggu, sebulan dan seperti anak pertama saya, dikali 2.5tahun? Jadi kebayang juga kan betapa seringnya kulit mereka bersinggungan dengan bahan sintetis itu yang ujung-ujungnya pasti bikin ruam, merah-merah dan bikin si anak crancky.
Alhamdulillah, sekitar seminggu yang lalu, saya dapat undangan dari Sleek Indonesia untuk datang ke acara talkshow mereka yang diadakan di Balai Kartini / Kartika Expo. Ikut hadir dalam event tersebut narsum dr. Lula Kamal, Danesya pemilik IG Productive Mamas dan Meliana Widodo, Group Brand Manager Sleek.
Dalam talkshow tersebut, saya dapat banyak sekali ilmu tentang penyebab ruam dan cara pencegahannya. Jadi memang selama ini saya sendiri sadar sering salah kaprah dalam pemakaian cream ruam untuk bayi saya. Dimana Sleek menjelaskan bahwa sebaiknya justru cream atau lotion itu dipakai setiap kita ganti popok baby kita. Karena mereka memang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang akhirnya akan otomatis mencegah bakteri timbul akibat pembuangan urine or feses baby.
Sleek Diaper Cream adalah produk terbaru mereka yang telah teruji secara klinis dapat mencegah ruam popok pada bayi. Mengandung Natural Anti-Irritant, Moisturizer dan Antibacterial, serta memiliki pH 5.5 yang lagi-lagi telah teruji secara dermatology dan hypoallergenic sesuai banget untuk kulit bayi, even yang baru lahir sekalipun.
Setelah pemakaian selama seminggu lebih dan ditiap ganti popok, jujur aja saya happy banget. Formulanya super duper ringan, gak lengket, gak white cast dan yang pasti cepat meresap. Wanginya enak dan lembut dan terutama, kulit bayi juga jadi haluuuuuuss setelah memakai cream ini.
Having said all that, I am glad to be able to attend such an eye-opening event like that. Dapat pengetahuan baru, diberi kesempatan untuk pakai produk luar biasa bagus (im saying this for real) dan terutama juga bisa jadi bagian dari Ibu-Ibu yang sedikit banyak sudah berkurang kuatirnya. Thanks to Sleek Diaper Cream for sure! :)
Kekuatiran terutama sih sudah pasti tentang anak. Apakah yang Ibu lakukan sudah cukup, apakah sudah baik, apakah sudah pantas, apakah sudah sesuai dengan aturan (yang mana aturan itu sendiri masih blur apalagi untuk Ibu-ibu yang suka baperan).
Dan ketakutan? Yah, pasti adalah ketakutan besar macam, apakah anak sudah dapat pendidikan yang mumpuni, anak sudah menerima gizi yang berimbang, anak sudah terstimulasi dengan baik...deelel deelel.
Mungkin semua keterangan yang dijabarkan diatas adalah kekuatiran dan ketakutan yang skalanya cukup besar yaa. Dan gimana dengan kekuatiran sepele, macam; apakah tempat makannya bersih, apakah alat-alat yang dipakai hygienis dan untuk Ibu-ibu yang punya bayi adalah; apakah produk-produk yang ada dipasaran itu cocok dikulit anak bayi saya yang notabene sensitif?
Yups, mau anak sudah besar ataupun baru lahir, kadang Ibu harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa suka ndak suka, pilihan itu ada ditangannya. Dari pakaian, popok, mainan serta toiletries nya.
Berhubung saya punya toddler berumur 2.5 tahun ples new born baby yang berumur 3bulan. Mau ga mau akan sering tuh dealing dengan pilihan trial and error. Iyaa, macam milih popok deh, yang cocok di kakaknya belum tentu cocok di adiknya. Sabun mandi, di kakaknya bikin halus, taunya di adiknya malah beruntusan. Alhasil salah satu pasti akan ada yang dikorbankan, dan itu udah pasti kulit si anak/bayi.
Dari dulu kita semua udah tau lah yaa, yang namanya popok sekali pakai itu super duper praktis dan life-safer banget buat Ibu-Ibu yang ngurus semua-muanya sendiri. Tapiii, ada tapinya nih, namanya juga popok instant, mau dibilang bahannya aman dan nyaman juga, tetep aja ada lapisan sintetisnya. Dan itu yang seriiing banget beresiko terhadap kulit bayi/anak kita.
Bayangkan aja dalam sehari kita bisa ganti popok 6-7 kali dan dikali seminggu, sebulan dan seperti anak pertama saya, dikali 2.5tahun? Jadi kebayang juga kan betapa seringnya kulit mereka bersinggungan dengan bahan sintetis itu yang ujung-ujungnya pasti bikin ruam, merah-merah dan bikin si anak crancky.
Alhamdulillah, sekitar seminggu yang lalu, saya dapat undangan dari Sleek Indonesia untuk datang ke acara talkshow mereka yang diadakan di Balai Kartini / Kartika Expo. Ikut hadir dalam event tersebut narsum dr. Lula Kamal, Danesya pemilik IG Productive Mamas dan Meliana Widodo, Group Brand Manager Sleek.
Dalam talkshow tersebut, saya dapat banyak sekali ilmu tentang penyebab ruam dan cara pencegahannya. Jadi memang selama ini saya sendiri sadar sering salah kaprah dalam pemakaian cream ruam untuk bayi saya. Dimana Sleek menjelaskan bahwa sebaiknya justru cream atau lotion itu dipakai setiap kita ganti popok baby kita. Karena mereka memang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang akhirnya akan otomatis mencegah bakteri timbul akibat pembuangan urine or feses baby.
Sleek Diaper Cream adalah produk terbaru mereka yang telah teruji secara klinis dapat mencegah ruam popok pada bayi. Mengandung Natural Anti-Irritant, Moisturizer dan Antibacterial, serta memiliki pH 5.5 yang lagi-lagi telah teruji secara dermatology dan hypoallergenic sesuai banget untuk kulit bayi, even yang baru lahir sekalipun.
Setelah pemakaian selama seminggu lebih dan ditiap ganti popok, jujur aja saya happy banget. Formulanya super duper ringan, gak lengket, gak white cast dan yang pasti cepat meresap. Wanginya enak dan lembut dan terutama, kulit bayi juga jadi haluuuuuuss setelah memakai cream ini.
Having said all that, I am glad to be able to attend such an eye-opening event like that. Dapat pengetahuan baru, diberi kesempatan untuk pakai produk luar biasa bagus (im saying this for real) dan terutama juga bisa jadi bagian dari Ibu-Ibu yang sedikit banyak sudah berkurang kuatirnya. Thanks to Sleek Diaper Cream for sure! :)
Tuesday, May 2, 2017
Where have you been?
Where have you been life?
A simple, easy breezy and no fuss life...
Where have you been life?
A life that only "what I should eat for lunch?" be my most important thing to think of every single day...
Or what blazer to wear for today?
Where have you been life?
A life that I ccouldsleep super late in the evening during the weekend and woke up super late during the day too...
Or having a super late bfast, lunch and dinner without concerning others.
Where have you been life?
A life when all i can think of is the well being of my parents, my family, my work, my self and my happiness...
Or sometimes others who on need.
Well, luckily that life is always here, right next to you and always accompanying you everywhere and anywhere.
Nothing really gone actually, it's just changed to something even better, much, much better. And for that, I thank you.
Edisi posting tengah malam wlopun mata sepet -____-
A simple, easy breezy and no fuss life...
Where have you been life?
A life that only "what I should eat for lunch?" be my most important thing to think of every single day...
Or what blazer to wear for today?
Where have you been life?
A life that I ccouldsleep super late in the evening during the weekend and woke up super late during the day too...
Or having a super late bfast, lunch and dinner without concerning others.
Where have you been life?
A life when all i can think of is the well being of my parents, my family, my work, my self and my happiness...
Or sometimes others who on need.
Well, luckily that life is always here, right next to you and always accompanying you everywhere and anywhere.
Nothing really gone actually, it's just changed to something even better, much, much better. And for that, I thank you.
Edisi posting tengah malam wlopun mata sepet -____-
Judulnya sih "No Excuses"
Jelas sejelas-jelasnya bahwa saya, tidak bisa pakai alasan apapun dan ngeles karena sudah hiatus selama hampir 5 bulan ini...booo, 5 bulaan loooh...kalo anak bayi, sebulan lagi udah mulai mpasi ituh (maklum, becandaan emak2 nubie, segala sesuatunya dihubung-hubungkan ke baby :p).
So yes, selama 5 bulan itu, emang Anggie ngapain ajaa? Anggie ngapain? yang pasti di bulan April Anggie udah rempong bin repot bin recet ngurusin Mpasinya Piasya. Kenapa gitu aja koq repot? Iya repotlah, wong Anggie gak bisa masak, boro2 menghasilkan sesuatu, ke dapurnya aja OGAH, kenapa Ogah? karena Anggie trauma berat sama dapur, pokoknya duluuuu setiap main ke dapur, pasti keluar2 sambil meringis dan berdarah2 (barbar amat?!) Laaah tapi emang bener. Anggie trauma ke dapur karena pasti deh ada aja kejadian yang ketiban ulekan lah, keiris pisau lah, kecipratan minyak panaslah, kegerut parutan lah..pokoknya Anggie pasti babak belur tiap ke dapur. Thus ever since Anggie trauma sama dapur dan fixed gak perduli apakah Anggie bisa masak or no. Untiiillllllll.....came Piasya into my world! one tiny creature that has changed my world upside down and up again :D
Anggie yang tadinya say NO to dapur sekarang donk, ciee ciee, udah mulai pelan2 belajar masak, ngupas2 kentang, ngiris2 bawang dan bersih2in daging, semuanya demi satu misi mempersiapkan Mpasi Piasya sebaik2nya sendiri (emak idealis).
Dan berawal dari situ juga lah, Anggie yang gak bsa masak sama sekali blast ini tetiba jadi kesambet setan rajin belanja sayur2an, daging2an, buah2an dan bumbu2an. It was a hella big achievement. Until one day, Anggie juga latah mau coba2 bikin puding dan liat2 resep kue. And from there, the curiosity began to advance...Anggie mulai iseng belajar baking, mulai dari bikin pancake yang hasilnya malah kaya martabak gepeng dan gak ada fluffy2nya samsek, sampai dengan bikin lava cake yang berubah jadi kue coklat karena terlalu lama ngukusnya. Did it make me giving up? Oh the hell no! Anggie malah makin penasaran utk coba terus...and thanks to my persistence, perseverence and ngotot nyerempet2 nekad...penasaran itu akhirnya berujung menghasilkan.
How come? Ill tell more on my next post :)
PS: MY GOD...MY GOD...MY GOD
post ini ternyata udh ada di draft dari tahun 2015 ketika lagi riweh2nya jadi ibu baru yang rempes ngurusin mpasi Piasya. Padahaaal nih yaa, semangat nulis dan cerita ttg perjalanan mpasi Pi itu besar bgt (dulu) tpi karena satu dan lain hal...terabaikan begitu aja!
Dan sekarang? Pi nya udh gak mpasi lagi (yaeyalah, udh 2.5th lebih menurut ngana?!) Tapiiiiiii...ada Pascale yg dalam waktu 3bln kedepan mungkin akan bisa jadi bahan tulisannya mommy yg sempet ketunda dulu. Hhhmm...wait wait? Who is Pascale? Its Piasya's lil sister dooonk #winkwink
You see, theres plenty of things can happen in a day, and me, in more than 2 years hiatus is NEW LIFE, NEW BABY AND NEW TITLE AS A MOM OF TWO ADORABLE BABY GIRL :)
So yes, selama 5 bulan itu, emang Anggie ngapain ajaa? Anggie ngapain? yang pasti di bulan April Anggie udah rempong bin repot bin recet ngurusin Mpasinya Piasya. Kenapa gitu aja koq repot? Iya repotlah, wong Anggie gak bisa masak, boro2 menghasilkan sesuatu, ke dapurnya aja OGAH, kenapa Ogah? karena Anggie trauma berat sama dapur, pokoknya duluuuu setiap main ke dapur, pasti keluar2 sambil meringis dan berdarah2 (barbar amat?!) Laaah tapi emang bener. Anggie trauma ke dapur karena pasti deh ada aja kejadian yang ketiban ulekan lah, keiris pisau lah, kecipratan minyak panaslah, kegerut parutan lah..pokoknya Anggie pasti babak belur tiap ke dapur. Thus ever since Anggie trauma sama dapur dan fixed gak perduli apakah Anggie bisa masak or no. Untiiillllllll.....came Piasya into my world! one tiny creature that has changed my world upside down and up again :D
Anggie yang tadinya say NO to dapur sekarang donk, ciee ciee, udah mulai pelan2 belajar masak, ngupas2 kentang, ngiris2 bawang dan bersih2in daging, semuanya demi satu misi mempersiapkan Mpasi Piasya sebaik2nya sendiri (emak idealis).
Dan berawal dari situ juga lah, Anggie yang gak bsa masak sama sekali blast ini tetiba jadi kesambet setan rajin belanja sayur2an, daging2an, buah2an dan bumbu2an. It was a hella big achievement. Until one day, Anggie juga latah mau coba2 bikin puding dan liat2 resep kue. And from there, the curiosity began to advance...Anggie mulai iseng belajar baking, mulai dari bikin pancake yang hasilnya malah kaya martabak gepeng dan gak ada fluffy2nya samsek, sampai dengan bikin lava cake yang berubah jadi kue coklat karena terlalu lama ngukusnya. Did it make me giving up? Oh the hell no! Anggie malah makin penasaran utk coba terus...and thanks to my persistence, perseverence and ngotot nyerempet2 nekad...penasaran itu akhirnya berujung menghasilkan.
How come? Ill tell more on my next post :)
PS: MY GOD...MY GOD...MY GOD
post ini ternyata udh ada di draft dari tahun 2015 ketika lagi riweh2nya jadi ibu baru yang rempes ngurusin mpasi Piasya. Padahaaal nih yaa, semangat nulis dan cerita ttg perjalanan mpasi Pi itu besar bgt (dulu) tpi karena satu dan lain hal...terabaikan begitu aja!
Dan sekarang? Pi nya udh gak mpasi lagi (yaeyalah, udh 2.5th lebih menurut ngana?!) Tapiiiiiii...ada Pascale yg dalam waktu 3bln kedepan mungkin akan bisa jadi bahan tulisannya mommy yg sempet ketunda dulu. Hhhmm...wait wait? Who is Pascale? Its Piasya's lil sister dooonk #winkwink
You see, theres plenty of things can happen in a day, and me, in more than 2 years hiatus is NEW LIFE, NEW BABY AND NEW TITLE AS A MOM OF TWO ADORABLE BABY GIRL :)
Thursday, March 19, 2015
Senyum Pagi Bayi no. 1 di Indonesia Bersama Pampers dan Mommies Daily
Hola everybody, hope semuanya baik2 ajaah...
Anyway, mau curhat sedikit nih...ternyata being a new mom is surely is delightful yaa, well, selain bagian begadang dan rempong ganti popoknya, selebihnya ya menyenangkan. Terutama sih perasaan masih ndak percaya kalo anak bayi lucu itu bener2 anak sendiri (ya masa anak orang!).
Naah, seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, starting last January, gw sudah bener2 full, total, abis2an (apa sehh) memutuskan untuk menjadi SAHM alias Stay at Home Mom aka Ibu Rumah Tangga. Alesannya? Buanyak...salah satunya sih karena sampe akhir cuti kerja, gw belum juga menemukan orang yang bisa bantu jagain si Jemblim. Maunya sih nyokap aja yang megang, tapi beliau sudah lumayan berumur, gw ndak bakalan tega lah nyusahain nyokap lagi (lain soal kalo cuma untuk ngemong2 aja yaa). So long story short, akhirnya Piasya total gw yang urus.
Trus kan yaa namanya juga new mommy, pasti banyak gak ngertinya donk, apalagi menyangkut urusan merawat bayi dengan baik dan benar. Selama ini sih, gw selalu merasa apa yang gw lakukan sudah in the right track. Sampaiii pada saat dimana urusan pola tidur bayi yang membingungkan itu mulai mengusik pikiran gw.
Yes, perkara tidur bayi yang baik itu berapa lama? mesti tidur pada jam berapa? kondisi tidur yang baik itu gimana? dan apakah si bayi tidurnya nyenyak atau tidak? ternyata membawa banyak pertanyaan ke orang tua, well khususnya ya ke gw yang notabene menghabiskan waktunya paling banyak buat Piasya.
But untungnya, ditengah2 kebingungan perkara pola tidur bayi yang baik itu gimana, tiba2 aja gw menerima undangan dari Mommies Daily ke acara "Bloggers Gathering Senyum Pagi Bayi No. 1 di Indonesia" yang diadakan oleh Pampers di Hotel Pullman Thamrin, Jakarta. Kamis sore 12 Maret 2015. Acara ini adalah merupakan rangkaian kampanye launching produk Pampers Baby Dry Pants terbaru sekaligus kampanye pengenalan mengenai pengaruh tidur yang baik terhadap bayi.
Ibarat pucuk dicinta, ulam tiba, tanpa mikir panjang lagi, langsung donk gw OKin. Padahaal nih yaaa, sempet ragu2 juga mau pergi bawa2 Piasya, secara kita kan gada nanny. Tapi kalo ditinggal juga ndak mungkin. So modal PD, gw kekeuh bawa Piasya dengan ekspektasi emak2 lain juga akan bawa baby2nya...pasti bakalan seru deeh :p
Eeh ternyata pas sampai sana, hanya gw aja yg bawa bayi kicik, selain itu ada juga sih 2 blogger lain yang bawa bayinya, tapi umurnya lebih besar dibandingin Piasya. Tapi alhamdulillah, selama acaranya berlangsung, Piasya anteeng aja tuh (plus banyak juga yg baik hati gantian gendong dia :D) and that, thanks to keputusan gw untuk pakein Pampers ke Piasya, dia jadi nyaman and ndak cranky.
Okaay, back to topics!
So diacara ini, selain membahas tentang arti pentingnya pola tidur yang baik untuk bayi, juga membahas betapa simple thing like diapers can actually change our life, well, mommies life to be exact!
Caranya?
Jadi, diawal acara yang dipandu oleh MC cantik nan kondang nan lucu nan menarik nan lagi flu nan sebel karena ndak bisa gendong Piasya (gada korelasinya Gie!, okeh abaikan!) itu, kita diberitahu bahwa ternyata tidur itu memegang peranan yang sangat penting terhadap pertumbuhan optimal bayi dan anak2, karena ketika tidur itulah hormon2 yang merangsang pertumbuhan dikeluarkan.
Pembicara saat itu dr. Rini Sekartini, yang merupakan dokter anak konsultan tumbuh kembang, menjelaskan sejelas-jelasnya beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi pola tidur bayi, diantaranya adalah faktor external seperti suhu kamar, kondisi kamar, suara bising dan yang paling utama, kondisi popok yang basah dan tidak nyaman. Dan faktor internalnya seperti, suhu tubuh bayi misalkan sakit, demam/panas atau kelelahan.
Untuk memungkinkan pemaksimalan proses kerja hormon pertumbuhan, kedua faktor external dan internal tersebut harus benar2 dijaga. Nah salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk memastikan proses tidur bayi tidak terganggu, adalah dengan memilih popok yang baik. Yang dimaksud dengan popok yang baik jelas popok yang bisa bikin bayi kita nyaman tidurnya sepanjang malam sehingga dapat bangun dengan ceria keesokan paginya.
Jadi, diawal acara yang dipandu oleh MC cantik nan kondang nan lucu nan menarik nan lagi flu nan sebel karena ndak bisa gendong Piasya (gada korelasinya Gie!, okeh abaikan!) itu, kita diberitahu bahwa ternyata tidur itu memegang peranan yang sangat penting terhadap pertumbuhan optimal bayi dan anak2, karena ketika tidur itulah hormon2 yang merangsang pertumbuhan dikeluarkan.
Pembicara saat itu dr. Rini Sekartini, yang merupakan dokter anak konsultan tumbuh kembang, menjelaskan sejelas-jelasnya beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi pola tidur bayi, diantaranya adalah faktor external seperti suhu kamar, kondisi kamar, suara bising dan yang paling utama, kondisi popok yang basah dan tidak nyaman. Dan faktor internalnya seperti, suhu tubuh bayi misalkan sakit, demam/panas atau kelelahan.
Untuk memungkinkan pemaksimalan proses kerja hormon pertumbuhan, kedua faktor external dan internal tersebut harus benar2 dijaga. Nah salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk memastikan proses tidur bayi tidak terganggu, adalah dengan memilih popok yang baik. Yang dimaksud dengan popok yang baik jelas popok yang bisa bikin bayi kita nyaman tidurnya sepanjang malam sehingga dapat bangun dengan ceria keesokan paginya.
Based on that facts and explanations, Pampers yang merupakan merek popok dengan penjualan no. 1 di dunia menciptakan produk baru mereka yang diberi nama Pampers New Baby Dry Pants. Popok ini adalah popok dengan innovasi terbaru yang dapat menjamin tidur bayi nyenyak selama 12 jam sepanjang malam tanpa kuatir bayi akan bangun karena popok basah.
Dan itu semua karena keunggulan2 berikut ini;1. Teknologi Super Gelnya yang dapat menyerap 13x basahan dengan super cepat, sehingga gak perlu takut popok akan bocor.
2. Lapisan pelapis popok yang super kering sehingga bayi merasa nyaman sepanjang malam.
3. Bahan popok yang berpori dan karet pinggang elastis yang tidak membuat bayi sesak karena dibentuk menyesuaikan kembang kempis perut bayi.
4. Kandungan lotion Aloe Vera yang dapat melembabkan kulit bayi, khususnya bayi yang berkulit sensitif.
5. Model popok berbentuk celana, praktis, ringkas dan mudah digunakan.
6. Design popok yang menarik dengan print motif kartun binatang yang lucu.
Dengan segala kelebihan Pampers New Baby Dry Pants tersebut, wajar donk kalo mereka bisa menjamin bayi kita akan tidur dengan nyenyak. Dan untuk lebih meyakinkannya lagi, Pampers pun mengadakan demo untuk membuktikan betapa hebatnya popok dengan innovasi terbaru ini. Hasilnyaa...bener2 nyata! Kita bisa lihat dengan mata kepala kita sendiri betapa Pampers dapat menyerap semua cairan itu dengan cepat, dan ketika ditempelin dengan tissue, permukaannya bener2 kering ring, jauuuuh beda dengan popok satunya lagi.
Nah sebelum demo dimulai, MC beserta Mba Febrina Herlambang selaku Communication Manager P&G mengundang 2 Pampers Brand Ambassador yang cantik2, yaitu Donna Agnesia dan Artika Sari Devi untuk menceritakan pengalamannya menggunakan Pampers Baby Dry Pants terbaru. Seperti yang kita ketahui, public figure seperti mereka, dengan segala kesibukannya, pastinya perlu istirahat dan terbangun dengan ceria donk sebelum memulai aktifitasnya yang super padat itu. Naah, dengan menggunakan Pampers Baby Dry Pants ke baby mereka, kekuatiran kurang tidur karena bayi terbangun ditengah malampun dapat dihindari, so mereka pun bisa bangun dengan happy.
Dan ini bukan hanya omong kosong saja loh, Pampers bisa memberikan jaminan karena sebelumnya mereka, melalui Majalah Pengasuhan Anak sudah mengadakan survei terhadap lebih dari 4000 koresponden dan 98% nya setuju jika bayi mereka tidur nyenyak dimalam hari, bayi mereka akan bangun lebih ceria dipagi harinya...alhasil Mommy dan Daddy nya pun akan ikutan happy.
Dipenghujung acara (yang terasa singkat banget itu) lagi2 kita dibikin happy dengan informasi mengenai lomba foto bayi senyum Indonesia yang akan diadakan pada tanggal 15 Maret sd 25 April 2015. Hadiahnya luar biasa menggiurkan looh, karena nanti akan dipilih 100
bayi beruntung yang fotonya akan ditampilkan di billboard terbesar di
Indonesia yaitu di Mall Taman Anggrek pada tanggal 7 Mei 2015 sertaaaa
bisa ikutan private party dengan 2 Brand Ambassadornya Pampers juga.
Caranya adalah dengan mengirimkan foto senyum ceria bayi kita yang bangun dipagi hari ke LINK INI
Kesempatan baik seperti ini rugi donk kalo ndak dimanfaatin :D sooo, mari cuus Ibu2, siapin kamera hapenya trus stand by deh deket bayi kita pas mereka bangun dan siap2 disambut dengan senyum cerianya karena pakai Pampers New Baby Dry Pants and jepreet :))))
Thanks again to #MommiesDaily for inviting me to this eye-opening #PampersMorningSmile event.
Caranya adalah dengan mengirimkan foto senyum ceria bayi kita yang bangun dipagi hari ke LINK INI
Kesempatan baik seperti ini rugi donk kalo ndak dimanfaatin :D sooo, mari cuus Ibu2, siapin kamera hapenya trus stand by deh deket bayi kita pas mereka bangun dan siap2 disambut dengan senyum cerianya karena pakai Pampers New Baby Dry Pants and jepreet :))))
Labels:
Baby,
Blogger,
Female Daily,
Gathering,
Pampers
Sunday, February 8, 2015
Perjuangan Menyusui
Masih dalam keadaan terserang baby blues, gw pun dihadapi lagi dengan kenyataan "menyusui itu ndak gampang, Jendral!" Yeessss, para mommy2 keceh diluar sana. Menyusui itu tidak semudah membuka BeHa dan leeep, dihisep gitu aja sama si Baby.
Kenapa saya bilang begitu?! Karena klo memang menyusui mudah, gak bakalan ada yang namanya istilah nipple crack, puting nyeri, berdarah, bernanah, mastitis, payudara bengkak dan keras seperti batu, etc etc. Dan yang lebih pastinya lagi, klo menyusui mudah, gak bakalan mungkin jauh2 hari sebelum kita melahirkan kita sudah diminta untuk cari info tentang seminar menyusui, cara menyusui yang baik, posisi latch on yang benar, klinik laktasi mana yang bagus, etc etc.
Segitu trickynya menyusui, hampir dapat dipastikan semua ibu2 baru pernah mengalami masa2 putus asa dan menyerah when it comes to nursing the baby.
Begitupun dengan aku.
Beberapa hari pertama or khususnya ketika pertama kali IMD which is Inisiasi Menyusui Dini ketika baby baru lahir dan menyusu langsung ke kita, seketika itu juga ada rasa yang luar biasa that no words can describe how amazing that feeling was. Mungkin karena rasa amazed, terharu, senang, kaget, geli2 aneh tapi oooh super nikmat (jangan ngeres yeee!) kita gak bakalan pernah menyangka kalo menyusui akan susah. Pendek kata, masa iya tinggal sodorin mulut bayi ke tetikadi aja repot?!!
Tapi, ekeh ketula banget deh. Selang beberapa hari, rasa geli2 nikmatnya mulai berubah kerasa nyeri2 nagih, trus beberapa hari kemudiannya, rasa nyeri2 nagih itu mulai jadi perih2 bikin meringis dan puncak horornya adalah ketika rasa perih2 meringis itu mulai ndak santai dan memgeluarkan darah! Yes, si baby imut nan lucu menggemaskan yang jelas2 gada giginya itu bener2 can turned into a momster when it comes to menyusu.
Segitu horornya mommies dan ternyata, ini ndak terjadi ke satu, dua, tiga or even empat mommy, tapi afaik, almost every new mom mengalaminya. Ndak usah deh ibu baru, lah wong ada ibu2 anak 4 aja curhat nipple dia luka. It seems that nipple crack dan sejenisnya udah tantangan default yang akan dialami oleh para ibu2 menyusui aka busui.
Pun begitu dengan aku.
Karena tingkat kepedean dan menyepelekan yang besar, selama hamil gw ndak penah sekalipun attend seminar busui dan sebangsanya. Dan parahnya lagi, di RS gw melahirkan pun tidak ada klinik laktasi yang mengajarkan cara2 menyusui yang benar. Thus, proses gw menyusui Piasya purely based on insting.
Tapi karena itulah gw salah dan akhirnya mesti menjalani hari2 penuh dengan ketakutan setiap Piasya bangun dan mau nyusu. Rasa sakitnya bener2 gak ketahanan, terutama pas ngeliat nipple kita jadi kebelah dan berdarah. Gw bahkan perlu waktu lebih dari 10menut untuk nyiapin air hangat, kompres, pijat2 tetikadi, handuk kering buat digigit nanti (no, ini ndak lebay koq, this is for real) dan akhirnya tarik nafas panjang2 sambil masang muka ketakutan tiap Piasya mau nyusu. Dan ini bahkan terjadi walopun Anaknya udah nangis kejer2.
Honestly gw almost gave up, tapi alhamdulillah BBP selalu berhasil meng-encourage gw untuk sabar dan berdoa semoga semua ini cepat berlalu...pleees, sambil ngeluarin kalimat ajian dia "tarik nafas dalam2, keluarin pelan2" -emangnya mauuu lahiraaan Mbuul!! 😔
Tapi selain sabar, cara gw mengatasi rasa sakit gak ketahanan sedangkan Piasya nyusunya tambah kuat adalah dengan keep on pumping. Yes, ada kalanya gw bener2 nyerah sama sakitnya dan akhirnya Piasya gw kasi asip dalam botol. Banyak yang bilang sebisa mungkin baby jgn dikasi botol karena nanti dia akan bingung puting. Jujur, gw pun sempet merasa takut kalo itu sampe terjadi ke Piasya, tapi gw cuma berdoa dan yakin bahwa ini solusi paling baik dan berharap Piasya ndak bingput. Bukan apa2, klo gw tetep maksain nyusu, yang ada gw malah akan ngejoprak kesakitan dan gak bisa apa2. Pernah loh gw smpe panas tinggi dan berasa takut bgt sama Piasya. Naah, gw lebih milih ngasi asip sambil Bismillah. Toh no mommies are perfect, setidaknya yang Piasya minum tetap Asi dari pabriknya.
Dan Alhamdulillah Ya Allah, lama2 proses menyusui yang horor itu berubah jadi nagih. Terutama ketika kita denger suara bayi kita nyusu dengan semangatnya...Subhanallah, rasanya ajaib banget dan nikmaat.
Soo, kuncinya memang harus sabar, ingat bahwa bukan hanya kita aja yang mengalami kesakitan ini dan ingat juga, bahwa ada balasan luar biasa dari Allah SWT untuk perjuangan para ibu menyusui.
Semangaat yaa mommies2 😘
Tuesday, February 3, 2015
Baby Blues Attack!
Finally, my adorable baby girl diboyong pulang juga setelah 5 hari. Last check sama dokter, kondisi Piasya bagus dan sehat semua. Alhamdulillah. Dan dokter juga bilang kondisi gw malah ndak kaya orang baru ngelahirin samsek. So both mom and baby are okay to go home...Again, Alhamdulillah.
Seperti yg pernah gw ceritain sebelumnya, masa2 gw lahiran itu paaas banget sama kepindahan gw ke rumah nyokap, alhasil pas balik, barang2 gw dari kostan masih utuh di kardus bertumpuk2. Satu2nya barang yang sudah rapi dilemari hanya barang2nya Piasya ajaa.
Naaah, adjusting my new life with a newborn baby, in the new environment and gathering with my Mom isn't that easy after all. As you know, after 10 consecutive years, this is my first time ever living together again with my Mom. Alesannya sih udah jelas ya, i sure need as much help as i can possibly get related to handling Piasya.
And it ain't easy!
My life routine and semua yang ada dirumah berbeda 180 derajat. Apa yang buat mereka biasa aja, buat gw ndak banget. Small things bisa banget bikin gw temper tantrum, padahal gw baru lahiran looh. Masalah sepele naro gelas gak pada tempatnya bisa bikin gw sewot dan yang paling parah lagi, entah kenapa gw bisa loh nangis tersedu2 cuma karena ga tahan liat rumah berantakan. It sure is something wrong with me.
Setelah baca2, akhirnya gw sadar kayaknya gw kena gejala Baby Blues. Gejala ini katanya rentan banget menyerang para new mom. Gejala awalnya adalah rasa depresi, frustasi, gak genah dan sedih berkepanjangan tanpa sebab dan alesan yang jelas. In my case, gw paling sering nangis karena somehow tiap liat Piasya bobo gw takut apa mungkin gw bisa ngerawat dia, ngejaga dia, memberikan dia yg terbaik dan terutama, apa mungkin gw bisa jadi ibu yang terbaik untuk Piasya. Seriously, you can say I'm such a drama queen, tapi it's exactly how I felt.
Gw pun realised, satu2nya cara untuk ngatasin Baby Blues adalah support dari orang2 disekeliling kita, dan terutama support dari hubby. Dan (lagi) kita harus selalu positif thinking bahwa semua ini akan berlalu. Rasa cape, lelah, kurang perhatian etc etc itu cepat atau lambat pasti berlalu. Kita harus yakin bahwa semua itu akan terbayarkan ketika akhirnya kita bisa melihat senyum polos bayi kita.
Satu2nya cara gw ketika baby blues menyerang adalah berdoa dan bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia maha luar biasa dan tak ternilai harganya ini. Dan yang jelas tetep semangat and sabar.
Denger2, masa2 berat itu pasti akan lewat setelah 40hari koq. So keep fighting para mommies. Karena Alhamdulillah even sebelum Piasya berumur satu bulan, gw udah nekad ajak dia jalan ke PIM2 doonk...dan kegiatan simple kaya gitu aja udah cukup bikin mood new mommies kaya gw jadi happy dan semangat untuk ngejalanin semuanya. Oh iya, did i tell you that Im taking care of my baby by my self, alias without nanny and ART. Yes, Piasya purely dipegang sama gw and nyokap aja.
And Alhamdulillah, pas gw nulis post ini Piasya udah hampir 4 bulan dan sehat.
So jangan kuatir, cause this too shall pass! *pasang iket kepala rambo* 💪
Tuesday, January 27, 2015
Life after Piasya Arrived
Ah-Maw-Zing! Yes, after my Baby Girl was born, my life has changed dramatically. Di jam2 pertama kelahirannya gw masih suka gak percaya that am the one who made that, well with BBP too ofcourse! 😁
Kita stayed di rumkit sampe 5 hari, wlopun dokter bilang kalo lahir normal sudah bisa pulang dalam 3 hari. Tapi atas kemauan BBP, gw stay lebih lama ( untuuung aja coverage biaya lahiran dari company gw gede! -Alhamdulillah) alesannya sih untuk jaga2 bilirubinnya Piasya dulu. Dan bener aja, masuk hari 3-4, Bilirubin Piasya reached 13.8 dan dokter suggest untuk disinar dulu selama 24 jam.
Berhubung kamar gw dilantai 5 dan Piasya disinar dilantai 4, alhasil selama 24 jam itu gw mesti naik turun tangga untuk nyusuin Piasya donk yaa (yaah, itung2 ngebakar lemak jugaa kan -padahal kaga ngaruh kalo naik lift mah 😜😜)
Dan disinilah drama emak2 baru muncul. Tiba2 aja gw berasa ASI gw kurang dan tetikadi mendadak jadi sakit dan perih. Ditambah lagi pas mulai dipompa, masa 3 jam tetikadi di squeezed2, asip nya cuma cukup buat basahin pantat botol doaank?!! *icon nangis gegulingan* 😭 ternyata eh ternyata, kata dokter, kata forum, kata mahmud2 di blog, yang gw alamin itu Naturale booo...alias wajar! Secara bayi baru 4 hari, ya keleus mau disusuin sebotol penuh! So based on the articles i read, ukuran lambung baby umur segitu emang masih kecil, dan ajaibnya, sepertinya signal tetikadi kita bisa mengerti dan memaklumi kondisi si baby, thus diapun gak produksi asi banyak2...Subhanallah.
Tapi ekeh kan tetep gak mau percaya gitu aja yaa, teteup aja gw kekeuh mompa sampe tetikadi pada ledees 😭 dan hasilnya tetep cuma max 30ml....zzzzzzzz 😩
Syukur alhamdulillah, pas 24 jam Piasya bisa balik rooming in lagi sama gw. Itupun karena gw gak brenti2 nyusuin Piasya dan rajin jemur pagi.
Pas 5 hari akhirnya tiba waktunya Piasya diboyong kerumah. Masa2 indah ketika Piasya pee and pup tinggal mencet tombol doank, masa2 ketika gw laper tinggal nyuruh aja (manjaa deeh), dan masa2 ketika kepengen apa2 tinggal manggil suster doank telah usai aka THE END alias TAMAT! Now's the time to face the real housewife and new mom's life begins.
*bersambung 😘
Halo from a new Mom ;)
It's too darn long, too darn long I haven't posted anything to my poor and abandoned blog. Tapi bisa dimaklumin donk yaaa, secara akuh kan sibuuk...sibuk ngurus anak ceuu 😘
So yes, kali terakhir gw post tentang pindahan kost, tak dinyana dan tak diduga, paginya kemas2 barang, sorenya ngaso, malemnya leyeh2 cantik...eeeh pas jam setengah 12 malam nya tau2 perut gw mulai mules gak santai doonk!
Sadar kalo ini palingan cuma another konpal aka kontraksi palsu aka braxton hicks aka KHP (Kontraksi Harapan Palsu) #stoop. So gw masih santai2 lah yaa main hape, nonton tv dan update Path. Tapi eeh tapi, koq si konpal berasanya makin sering yaa? Buru2 lah gw buka apps contraction calculation di iphone dan all of sudden i realised jaraknya udah mulai 5 menit sekali.
Gw mendadak jadi gak asyik sendiri and buru2 lah laporan ke BBP about alarm nya si Bebe. Dan BBP langsung nyuruh gw untuk ke RS. Tapi berhubung gw nya masih berasa fine2 ajaa, yaa ajakan ke RS terpaksa gw abaikan, sampaiii...gw kebelet dan found out ada small bleeding. Yaaaaaaaakkkkk....ini maah gw beneran mau lahiraan iniiih...huhuhuhu!
Gak pake lama, jam setengah 1 pagi gw cuus ke Rumkit. Syukur Alhamdulillah Bebe super pengertian, baru aja paginya emak bapake bilang ke dia kalo mau keluar kalo bisa pas malem or dini hari aja yaa, biar ndak macet...eeh beneran didenger loh permintaan ortunya. alhamdulillah, anak pinteer 😘
Nah berhubung jalanan kosong, kita sampe sana cma 15menitan aja looh, padahal BBP nyetirnya udah pelan2 bener.
Sampe sana, ya ketemunya udah pasti bukan sama dokter gw lah ya, tpi cuma sama bidan yang jaga malem. Gw langsung disuruh masuk ke ruang observasi dan dicek....taunyaaa...gw udah pembukaan 1 ke 2 ajaa looh!
Berhubung kontraksinya masih santai, ya gw diminta jalan2 dulu and nunggu sampai pembukaannya kelar. Which is masih 9 pembukaan to go! *pasang iket kepala rambo*
Sekitar jam 2an, pembukaan gw udh masuk ke 2-3. Nah dipembukaan ini gw udah gak bisa lagi deh jalan2 keliling rumah sakit (sini jagoan!) karena mulesnya udh bikin lupa sama socmed, itu artinya tangan gw udah mulai sibuk megangin pinggang yang berasa kaya ditarik sama 2 truk dengan arah berlawanan. Nah masuk ke jam 3, pembukaan gw udh masuk ke 3-4 dan itu rasanyaaaaa.....Masya Allah.....Allahu Akbar, beginii ya rasanya kontraksi?! Gw udah ga bisa ngomong apa2 selain dzikir nyebut nama Allah SWT gak berhenti2. BBP yang ada disamping gw cuma bisa nenangin gw dengan bilang "tarik nafas dalam2 dan keluarin pelan2" huhuhuhu...KAGA NGARUH Mbul!
Masuk ke pembukaan 4-5 gw udah nyeraaaah, Ya Allah, sakiiittttnyaaa....berasa pinggang dan perut kaya cucian lagi diperes. BBP sampai bilang apa gw mau di caesar aja, karena dia ndak tega liat gw sampe kesakitan kaya gitu. Dan Ya Allah, sangking sakitnya gw pun sempet mohon2 untuk di induksi ajaa...tapi Allah SWT memang maha besar, ketika gw udah hampir menyerah, tiba2 aja air ketuban gw pecah! Dan itu rasanya legaaaaaaa banget. Gw sampe yakin bahwa gw bisa jalanin ini semua sampai selesai. Gw cuma bilang sama Bebe, yuuk kita berjuang bersama2. Help mommy get through this with ease so that we can meet really really soon.
Then, it's not getting easier at all...kenyataannya dari pembukaan 5,6,7,8 bener2 perjuangan. Then klimaksnya ketika masuk ke pembukaan 9, saat itu gw sudah dipindahin ke ruang bersalin. BBP ngedampingin disamping gw through the whole process. Menjelang kelahiran Bebe, the only thing i really want is 'ngeden', yes, rasa mulesnya itu udah gak ketahanan lagi, pinggang berasa mau copot dari badan dan entah udah berapa banyak memar ditangan BBP akibat gw remes2. Dan ketika akhirnya pembukaannya full, si Dokter yang akhirnya juga sudah standby, menyebutkan the magic word "Push!" Yesss...akhirnya mulailah proses mendorong yang selama ini cuma bisa gw saksikan di TV itu. It looks super painful, and it does...hahaha! Gw berfikir ngejen lahiran sama aja kaya ngejen2 gimna gitu yaa, taunya beda saudara2. Ngejen lahiran itu kaya ngejen mau pup, jadi emang mesti blast gak ditahan2. Nah yang terjadi di gw adalah, gw ngejen perut, alhasil berkali2 gw ngejen si Bebe ndak keluar2 juga...until i almost passed out. Karena kondisi kritis, terpaksa BBP ambil keputusan untuk tindakan vaccum. Selang 5 menit, akhirnya Dokter manggil BBP untuk liat langsung gimana Bebe reached out the exit canal! (Mukanya BBP amazed and pucet seada2nya aja looh 😜)
Alhamdulillah, tepat hari Rabu, tanggal 8 Oktober 2014, jam 8.15am. Dengan berat 3.4kg dan panjang 49cm, Our Baby Girl 🎀 "Piasya Fazza Firnandi" 🎀 lahir ke dunia..............
Ketika dia ditaro diperut gw, semua rasa sakit, semua perjuangan, semua peluh, semua kekuatiran, hilaaang dan berganti dengan kebahagiaan. Alhamdulillah Ya Allah, subhanallah Ya Allah.
Nothing in this world can described how i felt that moment. The feeling of giving a normal birth, the feeling of becoming a real woman. Alhamdulillah Ya Allah.
Bebe lahir dengan selamat, sehat dan sempurna. Me and BBP cuma bisa bersyukur dan feeling blessed for this abudantly blessing.
Alhamdulillah Ya Allah, Alhamdulillah.
Tuesday, October 7, 2014
Move On and Out
Today is going to be my last day di kostan B226 ini. Honestly, I've never been this sad leaving a place. Walopun gw cuma tinggal disini less than two years (dibandingin kostan di Bangka 11 yang udah 6 tahun lebih), tapi kenangannya banyak banget.
Salah satu alasan lain kenapa gw berat banget untuk pindah adalah karena gw harus mulai membiasakan diri untuk tinggal sama orang tua lagi. Yes, setelah hampir 12 tahun tinggal sendiri, starting today, I need to move to my parents house.
Mestinya kan tinggal sama orang tua malah happy yaa, tapi not for me. Mungkin karena selama ini gw biasa sendiri, apa-apa ngurus sendiri, mau ngapa-ngapain juga sendiri dan memang most of the time, gw lebih prefer sendiri. But now, I can no longer do that.
Keputusan ini purely karena gw harus mikirin Bebe. Mau se-independent dan se-super powernya gw, when it comes to taking care of new born, there's no way I can do it all by myself. Ujung-ujungnya udah pasti akan tetep perlu bantuan my mother. Thus, gw ndak boleh egois. I may not feel comfortable living together with my parents, but for the sake of Bebe's needs, I'm willing to put aside my ego.
It's not easy, honestly.
But again, it is what it is...whether I like it or not, today, I need to move on and out from here and adjusting again at my parent's house :(
Labels:
Gie's Life,
Kostan Bangka 2,
New Place,
Pindahan
Sunday, October 5, 2014
Belanjaan Untuk My Bebe
Lanjut yaaaa...so setelah moment "canggung" dikontrol terakhir ini Gw pun kekeuh memutuskan untuk berangkat nyari keperluan Bebe. Si BBP sempet cemas sih takut gw kenapa2 nanti, tapi dengan alesan bakalan ndak ada waktu lagi nanti ples, besok gw juga udah mesti siap2 ngamar di RS, alhasil berangkatlah kita ke salah satu toko bayi yang rame dibahas di forum2.
Pilihan pertama gw udah pasti ke Fany Baby Shop di ITC Kuningan donk ya. Why? karena paling deket dari Buncit dan katanya juga paling murah dan lengkap. Meluncurlah kita ke sono yekan, dengan persiapan list barang yang emang udah gw kekepin dari minggu lalu buat bahan referensi. Nyampe ITC, muter2 lah kita nyari parkiran sampe.........setengah jam sendiri!!! Yes, si BBP mukanya langsung asem karena kita udah buang2 waktu cuma untuk parkiran doank dan dilalahinya koq tumben hari itu si moll rameeeee ameeet! Berhubung gw juga ikut2an jadi cranky, alhasil gw bilang sama BBP untuk pindah aja deh ke ITC Cempaka Mas. Well, untuk lokasi emang lebih jauh sih, cuma karena itu masih siang, so tol dalam kota ndak terlalu padet dan kita sukses sampe sana less than 20minutes. Parkiran juga buanyak dan langsung deket dengan lokasi toko yang kita mau. Happy? jelasss...
Main destination kita adalah the femeus Audrey Baby & Kids Shop. Lokasinya ada di Lantai 3, Blok F 346/350. Why we choose this store? Karena kalo ngomongin toko bayi, kayaknya cuma toko ini aja yang paling santer suaranya, apalagi pas diembel2in harganya palig murah se ITC Cempaka Mas. Gw and BBP happy donk yaa. Untungnya lokasi parkir kita ndak jauh dari tokonya, so cuma jalan beberapa meter, ketemu lah itu toko dengan plan gede warna pinknya.
Sampe sana, kita dilayani oleh 3 orang, salah satunya bernama Mba Lulu. Nah hal pertama yang Mba Lulu tanya ke gw adalah "udah ada listnya?" dan dengan riang gembiranya gw jawab "ada". Ternyata, gak percuma gw bikin listnya dan diprint ples gw bawa belanja, karena this is bener2 berguna. Kalo boleh jujur, dari Audrey juga akan dikasi sih list peralatan bayi kaya gambar dibawah ini, tapi kalo ngikutin list itu yang ada semuanya mau dibeli -___-
Nah berpatokan dari list made in Anggie hasil browsing berminggu2 lalu, maka hal pertama yang akan dibeli adalah, Keperluan Bayi such as:
Sleeping Items
1. Baby Box
Yang pada akhirnya malah beli kasur baby merk Dialogue model kotak, bisa dilipet, ada bantal dan ada kelambunya juga seharga 290k sajah.
2. Bantal Peyang
Merk Puku berbahan latex anti bakteri, ukurannya boleh mini, tapi harganya lumayan juga 210k
3. Perlak besar
Merk Puku yang bahannya 2 lapis. Kata Mba Lulu, perlak ini paling bagus karena ndak panas dan anti bocor ples bisa dipake 2 sisi. Harganya 130k.
4. Selimut / Bedong
Ini kita ndak beli pisah2 karena memang fungsinya sama aja. So kita pilih yang bahannya paling nyaman dan adem. Pilihannya jatuh ke merk Velvet & Libby masing2 kena 180k/ setengah lusin. Ples merk Carter untuk back up 180k/setengah lusin.
5. Selimut Topi
Merk Elegance yang harganya diskon 65% jadi 104k aja gituuh. Lumayeeen.
Pakaian Bebe
1. Popok Kain
Mau semodern apapun keluarga muda jaman sekarang (cieee, mudaa!) tetep aja yang namanya popok kain untk bayi baru lahir itu perlu, well, untuk nantinya sih pasti akan beralih ke prospak or clodi, tapi utk beberapa hari pertama, kayaknya popok kain tetep yang paling nyaman untuk baby. IMO. For this kita beli merk Libby (karena motifnya lucu) 100k/lusin.
2. Gurita & Singlet
Katanya sih bayi sekarnag udah ndak boleh pake gurita2 lagi, tapi kata Mba Lulu, gurita itu perlu biar puput pusernya ndak kegeser2 pas pake baju. Nah dengan alesan itulah, gw tetep beli si gurita 30k/stengah lusin dan singlet 80k/lusin.
3. Baju lengan pendek + celana pendek & Baju lengan panjang + celana panjang
Tadinya gw pikir beli ini mesti pisah2, tapi ternyata merk Velvet dan Libby ada yang udah satu stel. Lebih praktis sih, thus gw beli masing2 setengah lusin seharga 70k & 90k. Nah untuk tambahannya gw tetep beli celana dan baju lain yang ndak se-stel untuk stok.
4. Jumper aka baju monyet
Ini gw ndak beli banyak2 karena bingung sanking banyak pilihannya. Takutnya beli cma karena nafsu semata. Thus, biar ndak penasaran, gw beli satu aja dulu yaa merk Carter isi 5 70k dan merk Next isi 3 100k.
5. Sarung tangan dan kaki Newborn
Biar pun katanya bayi sekarang ndak boleh pake sarung tangan karena takut mengganggu syaraf motoriknya, tapi teteup ya eke beli juga itu. Lagian kasian juga kalo Bebe ndak sengaja nyakar mukanya sendiri gegara eke belum berani guntingin kukunya yekan (need back up here!)
6. Kaos kaki newborn
Lucu2 buangeeet...i can't helped it, so i bought satu lusin beda motif dan merk seharga 45k/setengah lusin.
Peralatan Bebe
1. Bak Mandi
Dibeli di toko terpisah karena di Audrey sudah oos.
2. Baby Bather
Katanya jangan beli dulu karena nanti juga dapet kado. Tapi karena sini pasangan yang ndak mau ngrepotin dan ngarepan yekan, alhasil BBP kekeuh minta beli juga. Merknya Sugar Baby seharga 110k.
3. Handuk Baby
Buatan jepang 80k/each and beli cuma 2 aja dulu (kalo kurang nanti bisa nambah lagi)
4. Washlap Baby
Lagi2 buatan Jepang dan lagi diskon 10% (penting inih) jadi 45k/each
5. Toiletries
Tadinya mau Sebamed, tapi mihil saudara2 dan emak ini agak optimis kalo Bebe ndak segitu sensitifnya ah, malah klo bisa sedini mungkin harus dibiasain anti bodi ( okeh, okeh...ini cma alesan pembenaran) tapi kayaknya makemak yang lain ndak melulu pake Seba ah, so kita memutuskan untuk pake merk yang ditengah2 aja, ndak terlalu meragukan tapi juga ndak terlalu mihil...yaitu Chicco. Lengkap satu set, shampoo, sabun, bedak dan lotion.
6. Grooming items
Such as, sisir bayi berbulu domba (beneran loh ini, dan sikatnya haluuuusss bgt, lucu!), gunting kuku yang modelnya bengkok jadi bisa utk gunting bulmat juga (biar tebel nanti Be :P), Kapas kiloan biar hemat, Alkafil satu box yang katanya cukup sampe puput puser nanti, tempat bedak warna pink (penting yaah :P), tempat cotton bud + cotton bud, tissue basah dan minyak telon.
7. Sabun steril untuk pakaian bayi
Mestinya sih beli merk Sleek juga udah cukup, tapi eke kena rayuan Mba2 penjual sabun merk Cloud, yasutralah beli itu.
8. Newborn Diaper
Beli merk Nepia ukuran S satu pack isi 72pcs.
Peralatan Menyusui
1. Breast Pump
Dari awal gw emang udah niat beli Medela, pertimbangannya adalah karena sparepartnya gampang dicari dan dari hasil browsing2 emang brand itulah yang paling santer dibicarakan didunia para ibu2 pejuang asi. Gpp lah ya eke ikutan mainstream (bilang aja gak mau repot). Nah kalo msalah harga katanya Medela ini lumayan mahal, tapi kalo emang bisa mempermudah hidup dan perjuangan menghasilkan asi for my Bebe, why not, im sure it will be worthed. Type yang gw pilih adalah Electric Swing. Yang katanya ndak berisik, efisien, praktis dan Insya Allah bagus. Gw beli si Medela ini di Dunia Toys, toko bayi yang sama lengkapanya dan sama bagusnya sama Audrey di Lantai Dasar Blok L 1133-1134 seharga 1720k.
2. Bantal Menyusui
Lupa apa merknya, tapi gw percaya sama pilihannya Mba Lulu yang memang bahannya terasa lebih empuk. Untuk motif, eke maunya kan yang merah2 yaa, tapi si BBP ngamuk karena takut anaknya nanti agresif (laah kaliiiii). Si bantal menyusui ini diskon 30% jadi 190k sajuah.
3. Botol Susu
Lagi2 manut aja sama Mba Lulu dan sukses beli botol susu merk Simba yang BPA Free and PPSU Free (intinya botol ini paling bagus deh dibandingin dengan botol susu yang lain. Okeh...bungkus Mba Lu, 2 aja dulu yaak...satunya 175k ajuah)
4. Botol ASIP
Merk Baby Pax, botol kaca ukuran 150ml. Gw beli setengah lusin aja dulu 40k.
5. Sikat Botol Merk Simba
Harganya lumayan 127k, tapi ini bahannya silikon, jadi ndak ngegores botol susunya. Okeh, sip, bungkus.
6. Rak Botol Chicco 150k
Beli karena si BBP bilang "lucuuu ameeet" T___T
7. Termos Merk Tiger 250k
Keputusan gw serahkan sepenuhnya ke si BBP, secara klo gini2an dia paling ngerti deh.
ETC
1. Warmer & Sterilizer
Kita memutuskan untuk beli Merk Crown 6 in 1. Ini juga hasil baca2 di forum dan katanya bisa dipake sampe Mpasi nanti. Insya Allah. Untuk keperluan warmer, si BBP sih lebih prefer ke cara konvensional yaitu direbus, karena kalo urusannya udah pake alat, yang ada kita jadi manja and kapan waktu rusak malah jadi repot. (iya aja deh yaa gw sih, daripada ndak dibayar ini belanjaan!)
For Mommy
1. Nursing Underware
Baru beli beberapa, kayaknya besok musti hunting lagi deh buat tambahan
2. Korset
Beli satu yang strap di Audrey, kata Mba Lulu yang merk ini lumayan bagus dibandingin gurita yang bikin sesek. It called Mama Slim 40k. Ini sih untuk sementara aja, after that i'll definitely buy the Belly Bandit!
3. Pembalut bersalin
Sengaja beli merk mainstream yang versi night dengan ukuran paling maksimal.
4. Breast Pad
Dapet hibahan dari temen. Mngkin kalo kurang akan beli lagi.
5. Daster kancing depan
My biggest issues. Why? karena i hate hate hate daster, apalagi yang motifnya bunga2 ala2 baju tidur gituh. Maaaak, i don't like it. Gw malah memutuskan untuk pake kemeja2 ukuran gede aja selama dirumah timbang mesti pake daster motif bunga dan cartoon ituh. No waay!
Tapiiii.....tanpa sepengetahuan gw, ternyata si BBP beliin setengah lusin aja donk yang model piyama dan atasan bawahan, itu aja ngasinya sambil senyum2 licik! Kampretoh!
Yang belum kebeli sampe sekarang tinggal;
1. Apron menyusui
Bingung yang bagus yang mana, thus pencarian tetep berlanjut di IG
2. Stroller
Ini mah urusannya si BBP, kemarin gw demen si Cocolatte, eh dia malah pengennya si Quinny or Maclaren...sook wae deh Ay, situ yang beli indaang *emake kipas2 uang sisa* :D
3. Car Seat
Belum nemu yang pas nih buat mobil BBP yang Mini -___-
4. Baby Box
Terlalu banyak pilihan, dan terlalu sedikit space dirumah aka Kaga Muat Kamarnya! *nasib tinggal ma ortu (for now).
5. Baby Bouncer & Baby Play Mat
Ini sih optimis aja pasti bakalan dapet kado...hehehe
6. Cooler Box
Abis lahiran pasti beli...nanti, abis lahiran tapinya :P
Sooo...itulah list of barang2 yang akhirnya berhasil kita beli setelah usia kehamilan gw udah 38 minggu. Alhamdulillah ada rejekinya untuk bisa semuanya dan Insya Allah rejekinya tambah banyak lagi nanti ya Be...Amin YRA.
Kelar belanja hati tenang donk dan sekarang fokus aja deh ke proses lahirannya. Minta doanya semoga lancar jaya kaya jalan tol pas lagi lebaran yaaak....*jalan tol pas hari biasa mah sama aja macet2 juga :p
Labels:
BBP,
Bebe Haul,
Bumil,
Gie's Bebe,
Gie's Pregnancy,
Hamil,
Pregnancy,
Toko Bayi
Menghitung Hari
Gak kerasa usia kehamilan gw udah resmi masuk ke minggu 38 + 2days. Dan sesuai judulnya, tiap hari perasaan gw deg2an and harap2 cemas menunggu gelombang cinta dari si Bebe muncul.
Jadi menurut hitungan HPHL dari dokter, Bebe seharusnya lahir di tanggal 17 October. Tapi menurut hitungan dokter (juga) estimasi itu bisa maju sekitar 2 mingguan. Nah berdasarkan prediksi2 itulah, kemungkinan terbesar Bebe lahir sekitar awal2 bulan October, which is di minggu2 ini.
Tapi sebelum gw cerita lebih lanjut, sekitar seminggu yang lalu, pas tengah malam gw ngerasain perut gw kenceeng banget, dan pas dicek ternyata ada sedikiiiit bgt flek coklat gitu. Berhubung gw mommy rock and roll. Gw cuma liat sekilas dan tidur lagi (beda tipis ma gebluk yak!) Besok paginya donk gw baru sadar kalo gejala flek itu kan mestinya buru2 dikabarin ke dokter (laaaah..telaat) so siangnya gw inisiatif aja ke JMC sekalian kontrol. Eh, pas smpe sana ternyata Dr. Shinta lagi ndak praktek dan cuma ada Dr Obgyn lain. Ya secara kita udah disana, so siapa aja yang ngecek ndak masalah lah ya. Setelah nunggu beberapa saat, tiba lah waktunya gw di USG. Cek sana-cek sini, si dokter ini bilang koq perut gw kerasa bgt kaya papan and dia nanya apa ada rasa2 kontraksi? gw yang notabene gak tau kontraksi kaya apa rasanya cuma bilang, yah kemarin sih sempet beberapa kali nyeri and sakit pinggang kaya orang dapet, tapi cuma sebentar2 doank sih. Trus si dokter jawab, nah itu yang namanya kontraksi, rasanya nyeri kaya org lagi dapet haid. me: Ooooooo...
Sambil jelasin itu, si dokter tetep sibuk ngarahin alat USGnya di perut gw sambil aga diteken2. Gw yang emang lagi ngerasain perut kenceng, pas diteken gitu malah kesakitan yekan. Trus tiba2 si dokter bilang, ini kayaknya udah kontraksi deh, coba saya cek dalam ya?! Me : hhhmmmmmm (pasrah). Setelah dicek less than a minute, tiba2 (lagi) si dokter bilang "wah, ini udah pembukaan 1 nih" Me and BBP : Bengong 0__0
So yes, mendengar kalimat barusan langsung bikin deta jantung gw bunyi gak keru2an. Ya gimana mau santai, wong niatnya cuma mau cek ala2 aja koq, lah malah dikasi tau udah pembukaan. Itu kan artinya tinggal menghitung menit, jam dan hari aja sebelum the big day!
Cuma dokter ngasi sedikit penjelasan dengan bilang bahwa dia musti tanya ke dr. shinta dulu untuk penanganan lebih lanjut. Alesannya karena usia kandungan gw belum masuk 37w, well kurang 2 hari lagi sih, tapi tetep masih rawan. Alhasil dokter nyuruh gw ke ruang persalinan untuk proses rekam jantung selama kurleb 20 menit dan di suntik obat penguat paru bayi dulu.
Setelah hasil rekam jantung dilaporin ke dokter shinta, gw pun diminta untuk pulang dan istirahat sambil terus ngawasin pergerakan Bebe. Dan misalkan gw kejadian flek or cairan, gw mesti langsung buru2 ke RS.
Seminggu setelah drama pembukaan 1 itu, ternyata nothing has happened again tuh. Gak ada yang namanya kontraksi2 heboh, flek let alone water broke. Dalam hati sih gw bersyukur alhamdulillah karena itu artinya gw masih bisa ngantor untuk kelarin sisa handover to my substitude. Tapiiiii...justru orang2 disekitar gw yang udah pada heboh minta gw untuk segera istirahat dan anteng2 aja. Honestly, gw kalo diem2 gitu yang ada malah sutress, karena pikiran ini kan fokusnya jdi cuma ke proses lahiran aja...so dengan kekeuhnya, gw memutuskan untuk tetep ngantor sampe dengan tanggal 1 Oct.
Nah kebetulan juga, pas tanggal 1 itu jadwal kontrol gw berikutnya. Kali ini ekspektasi gw sih biasa2 aja, plingan cuma mau liat kondisi Bebe dan yang lain2nya. Sampe sana ge ngecek jam 11an dan ketemu dgn Dr. Shinta. Kebetulan ngeceknya aga kilat karena dia mesti buru2 pergi untuk operasi. Nah pas ngecek gitu, trnyata si dokter bilang kalo ketuban gw berkurang, so lagi2 gw mesti rekam jantung dan suntik paru lagi dan setelah keluar hasilnya baru deh dokter akan info what to do next. Dan pas gw mau ke ruang rekam jantung itulah si dokter bilang "besok balik lagi kesini ya, dan untuk jaga2 langsung bawa baju ganti juga, kalo hasilnya gimana2, besok biar sekalian diinduksi" Me : EEHHHH?? Induksi????
Masih setengah sadar, gw pun mencoba pelan2 mencerna apa maksud omongan si dokter tadi. Dan suddenly baru sadar, klo diinduksi, berarti gw udah harus nginep di RS donk, berarti gw udah mau lahiran donk, berarti gw udah ga balik2 kostan lagi donk? Nah trus pindahan gimna, kan belum kelar, terus ini belanja baju bayi aja belum samsek, trus perlengkapan untuk keRS belum ada yg disiapin samsek, trus belum kelarin bbrpa hal lain....dan seribu pertanyaan gimana2 lainnya!
But well, gw berusaha untuk calm down myself dulu and ikutin aja proses rekam jantungnya ini. Kelar cek semuanya, si bidan inform ke dokter dan bilang klo kondisi Bebe, alhamdulillah sehat2 aja. Itu artinya gw masih boleh pulang untuk istirahat (lagi) dan kembali lagi besok untuk final resultnya.
Karena gw masih berasa fine2 aja, alhasil dari JMC, gw kekeuh maksa BBP untuk cuus ke ITC Cempaka Mas buat belanja keperluan si Bebe.........yeees, I know, banyak koq yang complen koq ya masih sempet2nya gw nge-moll. Tapi believe it or not, it's my way to distract all of the H2C. So selama gw merasa ok2 aja, jalan2 ke moll mah ndak masalah lah ya....
Lanjut di post Belanja untuk Bebe ;)))
Labels:
Bumil,
Gie's Bebe,
Gie's Pregnancy,
JMC Hospital,
Kehamilan,
Minggu 38,
Pregnancy,
Trimester 3
Friday, September 5, 2014
Welcome Trimester 3
Holaaa...
Alhamdulillah sampe juga saya ke Trimester Ketiga. Banyak veteran bumil-ers bilang kalo di Trimester 3 ini, hampir mirip rasanya dengan Trimester 1. Banyak capenya, banyak lelahnya, banyak lemesnya dan yang pasti banyak kuatirnya. Jujur, saya pribadi ndak paham2 banget pas minggu keberapa sebenernya bumil ini dibilang masuk ke Trimester 3, ya karena kalo pake hitungan bulan, mestinya kan masuk bulan 7 itu udah Trimester 3 kan ya? But aniwei, yang pasti tetep aja dari minggu ke minggu perasaan seneng dan worriednya campur aduk.
So apa kabarnya bumil ini di minggu pertama Trimester 3? Alhamdulillah baik...makin hari perutnya makin gede dan berat :p nafsu makan tetep menggila dan baju perlahan2 mulai menyusut.
Namanya udah deket hari H ya, mulai donk bumil ini ribet mikirin persiapannya. Mulai dari perlengkapan bayi, ibu, menyusui dan embel2 lainnya. Tapi sebelum mulai mikirin hal yang malah bikin puyeng itu, untuk saat ini kita mending fokus ke acara 7 bulanan Bebe aja dulu. So yes, berhubung pas di trimester ini masuknya deket bulan Ramadhan, jadinya banyak kepending dengan urusan lebaran, alhasil yang mestinya acaranya dibuat pas 7 bulan, eh malah molor ke minggu 31. Tapi Alhamdulillahnya acaranya berjalan dengan sederhana dan khidmah. Kita berdua emang udah sepakat acara kaya gini yang penting doanya aja, gak perlulah ya pake baby2 shower segala (pasangan medit iritt :p)
But anyhoowww...2 minggu sebelum acara pengajian adalah jadwal kontrol Bebe yang ke 31 minggu. Nah dikontrol ini kita sepakat untuk mastiin gendernya sekalian. Well, kemarin2 si dokter udah sempet ngasi tau sih, tapi sepertinya si BBP masih skeptik karena gender itu masih bisa berubah2. Nah i don't know whether i've mentioned this before of not. But both me and BBP are really really hoping to have a Baby Girl. And so Allah listened to our prayer and it is indeed a Baby Girl ;)) Alhamdulillah Wa Syukurillah. My Bebe is officially a Girl. Senengnya banget2 sampe mau nangis! Nah pas kontrol dokter bilang Bebe sehat, aktif dan montok!
Somehow pas tau Bebe is a girl, nafsu belanja gw tiba2 aja jadi melonjak doonk (alesan banget ini mah!) but really, all of sudden baju2 gw yang awalnya muat di trimester 2 sekarang udah gak ada lagi yang pas, even celana serut yang mestinya bisa melar sampe ukuran XL aja tetep ga muat loh. Panik karena jurus celana serut gak mempan, alhasil gw mesti nyari baju alternatif untuk bisa tetep modis walopun hamil (teteeeup ya ceuu) so out of nowhere iseng2 lah gw mampir ke Marks and Spencer and fall in love with sheat dress nya yang bagus dan untungnya lagi diskon itu. Alhasil, less than 2 weeks, gw borong 5 dress untuk dipake gonta-ganti.
Counting the days and so excited. Sehat2 ya Be didalam sana..mommy love you so much xoxo
Labels:
Bumil,
Gie's Bebe,
Gie's Pregnancy,
Minggu 33,
Pregnancy,
Trimester 3
Cerita Kehamilan Trimester 2
Akhirnya masuk juga ke masa2 indah dan nikmat tiada duanya "kata para veteran2 bumil di forum dan internet" kenapa dibilang seperti itu, karena di trimester inilah masa2nya morning sickness menghilang, nafsu makan membludak dan badan lebih enteng karena hati udah mulai legowo ketutupan rasa happy gara2 perut mulai membuncit (ngomong paan sih gw!) Ya jadiiii...di trimester kedua ini lah kita baru bener2 ngerasa jadi bumil sejati. Lah mo makan apapun ya terserah karena tanpa perlu penjelasan lebih lanjut, pasti banyak orang yang akan membenarkan dengan bilang "kan makannya untuk berdua", trus kalo kepengen apapun, si BBP jadi lebih sigap, karena dia sekarang udah mulai melihat dengan kepala sendiri kalo bininya beneran buntiang dan bukan cuma sekedar berperut buncit ajah..hahaha :p
Nah, karena kemudahan itulah, makanya gw suka semena2 ma makanan. Dan you know what's the result? berat badan gw stabil naik 4-5 kilo perbulannya -______- Padahal nih yaa, gw di awal2 hamil udah masang ancer2 bakalan naik cuma 15 kilo maximal! yaa tapinya lagi, kita boleh ngarep gitu, tapi nafsu inih, gak bisa ditahan maak....pokoknya ga boleh liat yang enak2 dikit, pasti dilahap *emakgembul :D
Tapi Alhamdulillahnya si bu dokter bilang ini masih gpp, toh ditrimester awal aku kan kurang makan *pembenaran* toh berat badan bayi juga masih di angka normal, cuma si dokter ngingetin dikit dengan bilang "kasian emaknya nanti stress mikirin nuruninnya" haaaaa...ketusuuuk!
Nah di trimester 2 ini, semua keanehan di trimester satu masih sama, gak tahan asep rokok and kopi. Si BBP udah girang banget pas tau gw doyan makan, karena dia pikir gw udah mulai berubah (satria Baja Hitam kaleee), so dengan sotoynya dia pikir gw akan berubah masalah itu juga...hahaha..jangan sedih Ay, aku tetep ga tahan asep rokok dan kopi, dan kamu tetep musti nyari warkop diluar rumah kalo mau kaya gitu *evilllaugh* dan disambut dengan muka asem se-asem mulutnya itu. LOL
Anyhow, gw juga lupa bilang bahwa di akhir trimester 2, gw terpaksa diinfus HB. Kenapa oh kenapa? well, karena masalah gw dari dulu adalah gw amat sangat kekurangan darah. Bukan tensinya yaaa, tapi emang jumlah darahnya kurang. Nah dokter bilang, darah itu ibaratnya tabungan buat kita melahirkan nanti, jadi kalo kurang, takutnya pas lahiran gw bisa2 kehabisan darah *ya Allah, jangan sampe-ketok2 meja kayu* nah berdasarkan hasil lab, nilai darah gw adalah 8, padahal normalnya wanita itu 12 dan 10 aja udah rendah banget. Nah si dokter sampe bingung karena orang yang nilainya 8 mestinya udah pucat pasi dan lesu, lemah...alhamdullilah gw jawab "muka ga pucet kan krn lippen merah dan blush on andalan dok, nah klo lesu, lemah dari dulu mah saya orangnya emang ga berasaan, jadi ya begini2 aja deh!". So yaaa, di trimester kedua ini both me and dokter fokus untuk naikin darah gw dulu deh.
Berhubung udah diwanti2 untuk naikin darah, alhasil tiap hari menu wajib gw ndak jauh2 dari daging merah, daging2an dan daging bakar (sama ajaa kaleeus) but, emang itu doank yang kepikiran dikepala gw. Well, tentunya selain sayur hijau, kacang2an dan susu ya. Nah tapinya efek makan daging ini malah bikin dilemma, bukan apa2, dilain pihak gw worried BB gw akan gak kekontrol, tapi klo gak makan daging, takut darahnya kurang. Ya akhirnya mau ga mau mesti milih daging tanpa lemak, tanpa minyak dan tanpa nasi :( Tapi, alhamdulillah kali terakhir cek, si darah udah naik ke 10. Jadi misi infus dan makan dagingnya cukup ampuh.
Selain kurang darah, perubahan lain yang paling paling berat gw rasakan adalah ukuran pakaian (yes, ini penting banget untuk dibahas!) Dari awal kehamilan, gw udah wanti2 ke diri sendiri ndak akan pernah pake legging, daster or baby doll ibu hamil yang gak stylish itu. Gw sih still yakin aja klo beberapa baju pasti akan selalu muat sampe lahiran nanti. Tapi ternyata lagi2 saya salah besar saudara2! Semua baju2 yang awalnya muat di trimester 1, sekarang no longer fit (yaeyalaaaahhhh). Alhasil kepala gw peniang nyari baju model apa yang cocok untuk kerja tapi tetep mesti jauh2 dari legging dan temen2nya itu! Thus, pilihan gw jatuh ke celana panjang model2 serut. Atasan tetep ngandelin t-tops karet dan tetep donk berblazer ria :D Pokoknya anything but daster and baby doll-ish clothings. Sampe akhir trimester 2, Alhamdulllilah baju2 itu bener2 jadi penyelamat my working days lah.
Nah, perkara pakaian, selera makan dan terutama ukuran perut dan BB udah lewat...selebihnya gw cuma bisa berdoa setiap saat semoga semuanya dilancarin, dimudahkan dan diberi kesehatan sampe menuju trimester 3 dan pastinya sampai hari H. Amin, Amin, Amin Ya Rabbal Allamin........
Love you so Much Bebe xoxo
Berhubung udah diwanti2 untuk naikin darah, alhasil tiap hari menu wajib gw ndak jauh2 dari daging merah, daging2an dan daging bakar (sama ajaa kaleeus) but, emang itu doank yang kepikiran dikepala gw. Well, tentunya selain sayur hijau, kacang2an dan susu ya. Nah tapinya efek makan daging ini malah bikin dilemma, bukan apa2, dilain pihak gw worried BB gw akan gak kekontrol, tapi klo gak makan daging, takut darahnya kurang. Ya akhirnya mau ga mau mesti milih daging tanpa lemak, tanpa minyak dan tanpa nasi :( Tapi, alhamdulillah kali terakhir cek, si darah udah naik ke 10. Jadi misi infus dan makan dagingnya cukup ampuh.
Selain kurang darah, perubahan lain yang paling paling berat gw rasakan adalah ukuran pakaian (yes, ini penting banget untuk dibahas!) Dari awal kehamilan, gw udah wanti2 ke diri sendiri ndak akan pernah pake legging, daster or baby doll ibu hamil yang gak stylish itu. Gw sih still yakin aja klo beberapa baju pasti akan selalu muat sampe lahiran nanti. Tapi ternyata lagi2 saya salah besar saudara2! Semua baju2 yang awalnya muat di trimester 1, sekarang no longer fit (yaeyalaaaahhhh). Alhasil kepala gw peniang nyari baju model apa yang cocok untuk kerja tapi tetep mesti jauh2 dari legging dan temen2nya itu! Thus, pilihan gw jatuh ke celana panjang model2 serut. Atasan tetep ngandelin t-tops karet dan tetep donk berblazer ria :D Pokoknya anything but daster and baby doll-ish clothings. Sampe akhir trimester 2, Alhamdulllilah baju2 itu bener2 jadi penyelamat my working days lah.
Nah, perkara pakaian, selera makan dan terutama ukuran perut dan BB udah lewat...selebihnya gw cuma bisa berdoa setiap saat semoga semuanya dilancarin, dimudahkan dan diberi kesehatan sampe menuju trimester 3 dan pastinya sampai hari H. Amin, Amin, Amin Ya Rabbal Allamin........
Love you so Much Bebe xoxo
Labels:
Bumil,
Gie's Bebe,
Gie's Pregnancy,
Kehamilan,
Pregnancy,
Trimester 2
Wednesday, August 27, 2014
Cerita Kehamilan Trimester Pertama
Okaay, berhubung lagi banyak waktu dikantor dan kebetulan juga lagi semangat2nya posting. Maka in another few days, gw akan summarize perkembangan aneh, lucu dan ajaib selama kehamilan gw ini. Berhubung udah ketinggalan berbulan2 lamanya, so gw akan mulai dengan cerita per-trimester sajualah yaa.
My first trimester berasa masih ngambang di awang2. Rasanya masih bolak-balik gak percaya bahwa akan ada sesuatu yang berkembang dan hidup diperut gw. A human being, walopun banyak yang bilang itu janin, fetus or whatsoever, but for me it's a human being, my baby Bebe! Kebetulan pas pertama kali kontrol gw udah masuk 6 minggu, kantong janinnya udah kelihatan and so does my Bebe. Kelihatannya sih masih kaya kacang setitik gitu...but boy you'll be amazed to see how's Bebe grow after 2 weeks!
Look at that size of the pocket! Triple than the first visit. Huhuhuhu...my eyes teary when i see this, can't imagine my little peanut now has become a sea horse LOL.
Bebe 12 weeks. Look at thaaat...it's look more and more like a lil baby...oh how i love you so much!
Terlepas dari rasa Amajing cuma gara2 USG, ada banyak lagi hal aneh yang terjadi didiri gw during so called-Bumil nickname. So everybody know lah yaa if i'm a heavy smoker and a heavy coffee drinker. Tapi syukur Alhamdulillah that my Bebe seems want Mommy to be healthy, all of sudden, out of nowhere and out of the blue...tiba2 aja gw mendadak kliyengan tiap nyium bau rokok dan lebih anehnya lagi, gw bisa aja tuh mendadak muntah cuma gara2 nyium bau kopi!!!!! ANEH, terlalu aneh.
Yang paling sengsara sama perubahan drastis gw ini adalah si BBP. Selama gw kaya gitu, jangan harep dia bisa ketemu gw dengan mulut, badan, baju bau rokok and the hell no dia bisa nyeduh kopi dirumah pas gw ada. Alhasil dengan muka manyun dan mulut asem, BBP musti pergi jauh2 ke warkop terdekat hanya untuk ngopi doank, trus sampe rumah mesti buru2 ganti baju, pake hand sanitizer and sikat gigi...hahahah...Sokoooriiiin!!!
Selain keanehan paling aneh itu, di 3-4 bulan pertama adalah saat2 terburuk gw become a Bumil. Selama ini gw selalu berfikir if one day i'm pregnant, gw akan tetep gagah perkasa, tetep gesit kesana-kesini, gak ngerasain lemes, pusing apalagi morning sickness (ngarepsss), ya karena gw selalu ngerasa selama ini gw kan orangnya aktif and gak bisa diem. Tapiinya Ya Allah, manusia boleh ngareps, tetep aja my Bebe yang decide. Mendadak gw jadi sering mual, muntah, kliyengan dan yang paling sengsara adalah mulut gw pahit sepahit-pahitnya. Makan apapun keluar semua, jalan sedikit kepala langsung puyeng dan nyium bau apapun pasti muntah. Mau bau masakan, AC, dapur, pewangi, sabun dan bau si BBP. Tapi hebatnya adalah ketika gw sampe kantor, semua keluhan itu hilang loh. Well, mulut pahitnya sih endak, tapi lesu, lemah dan kliyengannya bener2 gak kerasa samsek. Tapiii..perjalanan dari rumah ke kantornya itu yang menyiksa.
Theres definitely nothing else I can do about it selain ENJOY it ajalaah! Muntah enjoy, kliyengan enjoy dan mulut pahit juga enjoooy...plingan klo udah gak tahan gw cuma bisa ketawa2 aja to my Bebe sambil bilang "Kayaknya kmu pingin banget mommy istirahat dan gak ngapa2in yaaa" :p
Morning sickness done, trus yang namanya bumil baru pasti banyak banget donk yang nanya "ngidam gak?" naah..klo yang ini, lagi2 Alhamdulillah my Bebe sangat amat pengertian. Dia sepertinya tau mommynya kewalahan tiap hari, trus BBP juga sering pulang males ngurusin proyeknya diluar kota, so dasar anak Daddynya banget, keinginan untuk makan yang aneh "cuma" muncul pas si BBP lagi otw pulang aja or pas dia udah dirumah (ini mah emang emaknya aja manjaaa ^^.) etapi bener loooh, pokoknya pas ada si BBP, barulah gw mendadak kepengen es kopyor jam 12 malem, kepengen es grim ikan yang dijual di Sevel or kepengen bubur sukabumi di Tebet...well, untungnya lagi, baik Mommy and Bebe bukan type demanding, and requestnya juga cemen2 semua. (coba gw ngidam intan berlian yaaak :p). Nah masalah ngidam sepertinya cuma numpang lewat aja tuh, gw gak ada yang namanya kepinginan yang spesific dan mesti ada saat itu juga..alhamdulillah ya si BBP punya bini and baby type makluman ginih.
Morning sickness done, ngidam soso, nah gejala trimester pertama berikutnya adalah mood! yesss...my swing swing mood. Entah kenapa, gw bisa aja tiba2 nangis gada sebab cuma gara2 takut kalo sampe salah makan, takut gak cukup makan, takut ga cukup minum dan terutama takut gak bisa jadi emak yang baik for my Bebe...laaah abis gw kalo dikantor masih aja ngerasa lagi gak hamil. Jalan kesana-kesini masih gak pake pelan2 dan santai gedebak-gedebuk! Trus nih pas tiba2 liat perut, baru deh sadar klo gw lagi hamil dan nangis ngerasa bersalah karena udah sesaat ngelupain Bebe :( trus klo dah gitu, gw langsung aja ngobrol ma Bebe sambil ngomong "maafin mommy ya Be karena ndak inget ada kamu sekarang, abis mommy kan sibuk kerja, nyari uang untuk beliin kamu macem2 dan untuk kita jugaa..maafin mommy yaaa, and pls bantu mommy doa dari dalam sana semoga mommy n daddy sehat terus dan banyak rejekinya" Padahal saat itu Bebe belum berumur 4 bulan, tapi gw udah ajak ngobrol sepanjang itu...biarinlah yaa!
So yeah, my first trimester feels amaaazing. Mau eneknya, mau happynya, mau nangis2 bombaynya or mau anehnya, semuanya gw nikmatin dengan senang hati sambil sujud syukur Alhamdulillah Ya Allah.
Labels:
Bumil,
Gie's Bebe,
Gie's Pregnancy,
Ngidam,
Pregnancy,
Trimester 1
So called Pregnancy-Super Late-Post
Hola..hola...hope semuanya doing great ya. Me? Alhamdullilah baik, baik banget dan Insya Allah baik selalu.
Akhirnya, kelar juga ngejar tayang post tentang training di KL kemarin. Isinya sih ya cuma gitu2 aja, tapi misalkan ada waktu lebih, pasti gw akan edit dan nambahin fotonya sekalian (that if, I have a time :p)
So, yeah, sesuai dengan judulnya, kali ini gw mau gegayaan posting tentang pregnancy. Seriously, awalnya gw gak tau harus mulai dari mana dulu, soalnya sampe detik ini aja gw masih gak menyangka kalo gw hamil dan soon akan jadi seorang Ibu.
Tapi stiap saat gw lupa akan keadaan yang baru ini, all of sudden my Bebe will kick me hard in the belly so I remember that I'm carrying a human being inside there. Masya Allah. Rasanaya tuh super amazing dan gak bisa diutarakan dengan kata2. Well, mungkin itu salah satu sebab kenapa gw gak pernah posting apapun tentang kehamilan ini sampe usianya udah mencapai................32 minggu!
Yes, officially last Friday, 22 Agustus 2014. Bebe udah berumur 32 minggu berdasarkan HPHT. Tapi kalo dari itungan USG, Bebe udah 33 minggu, so kecepetan 1 minggu. Gak nyangka aja udah lewat 7 bulan (post 7 bulanan menyusul, kalo sempet yaak) dan hampir mendekati 8 bulan. Berat badan mah jangan ditanya, gw yang awal2nya udah optimis mesti, kudu dan harus naik cukup 15 kilo, ternyata eh ternyata...pas ngecek kemarin udah naik 20 kilo aja gituh! shocked, pastinya! Tapi yaaa, gw cuma berusaha menghibur diri dengan bilang "this is for my Bebe, not for me koq". Dan alhamdulillahnya pas kontrol kemarin dokter juga bilang BB my Bebe are okay. Air ketuban cukup, posisi ok, plasenta alhamdulillah baik, tensi gw baik dan Insya Allah gw sanggup untuk bisa lahiran normal.
Buat gw, denger prediksi kaya gitu udah cukup bikin gw lega dan gak perlu pusing2 mikirin berat badan lagi, yes!
Kelar kontrol, hati happy dan yang pastinya perut laper doonk...so cuus lah kita mampir ke Ajo Ramon :D
Kelar kontrol, hati happy dan yang pastinya perut laper doonk...so cuus lah kita mampir ke Ajo Ramon :D
Labels:
3rd Semester,
Gie's Bebe,
Gie's Pregnancy,
Hamil,
Pregnancy,
USG
Tuesday, August 26, 2014
Training at Kuala Lumpur + Jayan-Jayan (Last Day)
So tema kita hanya tersisa 5 orang lagi, whilst yang lainnya sudah otw balik ke Jakarta. Berhubung sisanya hanya para Bapak2 yang udah ribet nyari titipan oleh2 istrinya. Alhasil tujuan acara bebas kita hari ini adalah....MALL!
Yups, berhubung gak puas ma Central Market kemarin, alhasil kita berburunya di Mall sajualah. Toh oleh2 kaya coklat dll gitu memang dijual juga di mall Suria. Dari hotel, as always kita tinggal jalan kaki aja, tapi kali ini Pak Tata suggest untuk lewat atas instead of tunnel. Nah pas lagi jalan2 gitu, kita liat bus city tour yang free. Udah donk kita excited and langsung jumped into it tanpa tau tujuannya kemana :D Nah pas masuk, lumayan juga kita bisa muter2 KL, and tanpa disangka2, udah segitu jauh muter2, tau2 itu bus berhenti pas didepannya Twin Tower. So selama ini yang kita liat dan foto2 itu justru bagian belakangnya, and today kita sampe juga dibagian depannya yang notabene lebih puas untuk jadi background foto2!
Kelar foto2, kita balik lagi ke bus station and tiba2 aja kita lihat bus Hop-Hop/City Tournya KL. Naik bus ini bayar sih, tpi enaknya adalah kita jadi bisa keliling tourist attraction spotnya KL. So ga pake mikir, kita langsung naik dan bayar sekitar 35 ringgit.
Busnya sendiri model bus tingkat yang atasnya ada area tertutup dan terbuka. Kita langsung aja naik keatas dan duduk di bangku terbuka. Awal2nya sih seru karena bisa liat pemandangan secara 360, trus udaranya juga adem, banyak angin, dan gak macet. Tapi setelah melewati beberapa spots, mulai deh stuck dan mataharinya juga udh mulai ndak friendly.
Untuk tau the whole destination dari bus ini, you can check to this link.
Kelar muter2in KL kurleb 2 jaman, kita minta didropin deket hotel untuk check out. Para Bapak2nya udah langsung cabut semua, whilst me and Ana masih buying time dengan beli2 beberapa coklat di mall sebelum akhirnya misah dan gw otw sendirian ke airport.
It was a very nice trip indeed, especially since it was my first trip to KL.
Labels:
Gie's Trip,
Gie's Work,
Kuala Lumpur,
Malaysia,
Training,
Work Life
Subscribe to:
Posts (Atom)











