Wednesday, January 30, 2013

Hongkong Trip - Day 1 (Macau, Senado Square, Ruins of St Paul)

Ahhhh, akhirnya diriku bisa nulis tentang jalan-jalan lagi. Hmmm, mulainya dari mana yaaa? OK, to start the story, rencana trip ini sebenernya adalah ide dadakannya si Ex Boss. Berhubung trip terakhir ke Singapore gw gak ikutan, alhasil dibuatlah trip ke HK ini biar fair dan semua team ICO kebagian traktiran jalan2nya si ex Boss.

To be frank, gw awalnya sempet ragu2 mau pergi karena kondisi badan yang drop gegara stress kostan kemalingan sampe sempet demam tinggi dan flu berat. Luckily di hari-H nya demam gw udah turun dan tinggal lah batuk kering dan bindengnya. Since I desperately need this trip, so mau batuk kaya apa juga tetep berangcuuts kitaah!

Pesawat yang kita pakai adalah Cathay Airways dengan alesan pertama, si Pak Boss kaga suka naik budget flight (karena bangkunya sempit!) dan kedua karena kita dapet harga group mini untuk ber-5. So each hanya kena 4.2jt PP. Tapi system bookingan group mini ini kurang fleksible, karena kalo satu orang tidak jadi berangkat, maka yang lainnya juga gak bisa pergi dan tiketnya hangus -__-

Before Take Off
Minus kanan bawah :p
We took off jam 11.45pm dan sampe di HK jam 5.40am. Kenapa pagi banget sampenya? kareenaaa....Planning Day 1 kita awalnya adalah, pas landing di HKIA kita langsung beli tiket ferry keberangkatan paling pagi untuk nyebrang ke Macau tanpa perlu keluar imigrasi, sampe Macau early check in, mandi, istirahat sebentar, having lunch trus explore Macau deh.  Tapi sayangnyaa...ferry yang berangkat dari terminal HKIA baru ada sekitar jam 1 siang. Daripada nunggu kelamaan, alhasil Pak Bri langsung ngajak keluar imigrasi, dan kita cuuus take a cab to China Ferry Terminal di daerah Kowloon untuk nyebrang dengan ferry jam 10 pagi.

Hello HK
 



We're all took a cabin size luggage karena niat awalnya pingin langsung nyebrang ke Macau tanpa keluar imigrasi HK (jadinya kan gak perlu nunggu2 lagi di conveyor gituuh), eeeeh..taunya tetep lewat imigrasi juga U_U

Otw to Kowloon
Q to Ferry Terminal
Inside the TurboJet
Sampe di Macau, kita langsung cari free shuttle bus ke City of Dreams. Jadi City of Dreams ini adalah satu komplek area yang terdiri dari 3 hotel yaitu Hotel Crown, Hotel Hyatt dan Hard Rock Hotel Macau. Pak Bri sebelumnya bilang kalo kita akan stay di Hyatt hotel, tapi pas mau sampe dia baru ngasi tau kalo ternyata kita ndak stay di Hyatt, tapi melainkan di Hard Rock. For us, either one still sounds terrific though :D. Berhubung kita baru bisa check in jam 1 siang, alhasil kita memutuskan untuk titip barang di concierge dulu trus nyari sarapan di food court City of Dreams. Gw pesen beef brisket noodle yang -katanya- enak itu (tapi malah kebanyakan minyak -___-) trus lanjut nyebrang ke The Venetian yang lokasinya persis berhadapan with Hard Rock.






B'fast view




Venetian as always, tetep megah, mewah, menarik dan banyak spot untuk foto2. Cuma gw koq ndak se-excited waktu pertama kali kesini yaaa. Mungkin karena gw udah tau apa aja isinya, jadi yaah gw udah cukup happy bisa jadi tukang foto2nya Dencu aja. Tempat yang kita datengin, selain river+gondola indoornya, udah pasti si toko Zara dan sister2 shop nya itu donk. Niatnya sih pingin gegayaan nyari2 coat diskonan, eeeh ternyata harganya mehong2 juga euy.

Love the pic
Kita cuma spent time around an hour or two di Venetian before we finally headed back to Hard Rock Hotel untuk check in dan bersih2.

My room and Dencu was on 2266. Kamarnya lumayan besar dan fasilitasnya lengkap. Ada mini bar, comfy couch, bath tub, cozy bed, warmth blanket, hot and cold shower, toiletries with a very calming scents and amaziiiiinnng view...Superb!



 


Sekitar jam 4 sore kita naik shuttle bus kearah Grand Lisboa Hotel dan Senado Square. Like always, Senado Square selalu menjadi tujuan utama semua turis setiap mereka berkunjung ke Macau. Seperti Pa Bri bilang, kalo ke Macau tidak mampir ke Senado Square, berarti belum ke Macau!

Senado Square sendiri adalah suatu area yang dikanan-kirinya penuh dengan bangunan2 unik khas Portugis. Selain dipenuhi oleh toko2 baju, makanan dan souvenir, disini kita juga akan lihat bangunan khas mereka yaitu Leal Senado, the General Post Office, and St. Dominic’s Church.

Setelah melewati jalanan khas Senado Square, kita akan langsung ketemu dengan bangunan yang bernama Ruins of St. Paul. Again, there were not much things to do there except taking pictures. As for the history of the building yang gw tau adalah gereja ini merupakan gereja katolik terbesar di Asia pada masanya dan during typhoon di tahun 1835, sebagian bangunan dari gereja ini hancur karena kebakaran.




 
 
Puas sightseeing selama setengah jam, akhirnya kita headed back to Grand Lisboa Hotel. Oiyaaa, gak lupa kita beli beberapa egg tart Macau yang terkenal itu dulu. Awalnya gw pingin banget beliin egg tart ini buat oleh2 di Jakarta, tapi karena kue ini cuma tahan 2 hari dan gw masih akan ada di HK for the next 3 days, alhasil batal deh niatnya. So we just bought it for cemilan di hotel ajah.

Sisa waktu malam itu cuma kita pake untuk muter2 disekitar Wynn Hotel untuk ngeliat Dancing Water Fountain yang dimulai tiap jam 8 malam dan balik ke hotel naik shuttle bus dari MGM Hotel.













Sesampenya di hotel, para bapak2 rempong lanjutan ke 'meja tarung' dan as for me and Dencu, kita muter2 aja sekitar hotel dan nyari makan lagiiii :D



Done Day 1...

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...